Dulu waktu masih kecil, rasanya ingin cepat-cepat dewasa. Rasanya keren kalau nggak perlu sekolah dengan baju seragam. Kayaknya keren kalau sudah bekerja. Sepertinya hebat bisa pergi ke mana-mana, tidak perlu disuruh-suruh tidur siang, bebas menonton film apapun, kapanpun, dan di manapun.

Waktu masih kecil, setiap bocah pasti mengalami bermacam masalah. Umumnya masalah dengan teman di sekolah, dengan kakak atau adik di rumah, dan sebel karena sering disuruh-suruh orangtua. Aku dulu juga begitu. Berantem dengan anak cowok di sekolah, marahan sama adik di rumah, dan kesel sama orangtua. Dulu kupikir itu adalah masalah yang berat.

Semakin bertambah usia, masalah yang dihadapi pun makin beragam. Saat mengenal cinta, dekat sama lawan jenis, masalah dari ranah percintaan mulai muncul. Makan nggak enak, tidur nggak nyenyak, dan kadang bangun dengan mata sebesar biji jengkol karena nangis semalaman. Rasa-rasanya dunia mau berakhir kalau berantem atau putus dari pacar.

Nah, saat meninggalkan bangku sekolah dan  masuk dunia kerja, masalah-masalah pun datang silih berganti. Sebagai manusia bernyawa, masalah akan selalu ada. Ya, masalah orang dewasa itu memang semakin berat. Ada yang dililit masalah finansial, belum lagi tekanan pekerjaan, ditambah rumitnya hubungan asmara, masalah keluarga, dan masih buanyak lagi lainnya.

Kayaknya masalah-masalah yang ada nggak terlalu dipikirkan, tapi kok kalau dirunut-runut ternyata selalu kepikiran sama masalah yang seabrek-abrek itu. Menjadi orang dewasa itu memang tidak mudah. Ada tanggung jawab besar yang melekat.

Ketika sudah menjadi orang dewasa, sering sekali kangen saat-saat kecil dulu.  Seandainya waktu bisa diputar ulang, akan kunikmati sekali saat-saat untuk tidur siang, waktu aku bisa berteriak sekeras-kerasnya, berlari sekencang-kencangnya, bermain sepuasnya, dan juga cara orangtua memanjakanku.

Ketika menjadi orang dewasa, sering kali harus menghadapi masalah sendiri. Bertanggung jawab dengan semua keputusan yang diambil. Tidak lagi bisa ingin menang sendiri. Banyak kompromi. Menahan ego dengan berbagai ketidak adilan dan kemunafikan.

Hidup memang indah, tapi terkadang seperti mimpi buruk. Sebagai orang dewasa, kita bisa berjalan sendiri dengan langkah cepat. Meskipun sudah berhati-hati berjalan, tapi kadang kita bisa jatuh, terperosok ke dalam lubang. Kalau anak kecil sih bisa menangis meraung-raung, lalu orangtua datang untuk menolong dan menenangkan. Tapi ketika sudah dewasa, sering kali harus bangkit sendiri, mengobati luka sendiri, dan berjalan tertatih-tatih sendiri.

Pada akhirnya aku tahu, masalah dan musibah itu datang karena Allah ingin tahu sampai di mana kesabaranku. Pada akhirnya aku mengerti, Allah terkadang mengajarkanku sesuatu dengan membuatku sakit tapi pasti tidak dengan membunuhku. Aku tahu tidak ada sesuatu yang terjadi kebetulan, karena semua telah didesain dengan sempurna. Dan aku yakin, Dia tidak akan meninggalkanku sendiri. Dia hanya mau aku benar-benar dewasa. Dia hanya ingin aku menjadi lebih baik dalam peran yang aku jalani.