Tags

, ,

Ulaanbaatar – Kebanyakan biara di Mongolia dihancurkan oleh rezim komunis. Salah satu biara yang masih bertahan hingga kini adalah Biara Gandantegchenling Khiid atau biasa disebut Biara Gandan. Mari kita melongoknya!Biara Gandan terletak di ibukota Mongolia, Ulaanbaatar. Arti nama biara ini adalah tempat kebahagiaan mutlak. Biara ini merupakan pusat agama Buddha di Mongolia yang terbesar dan terpenting. Di sini terdapat Universitas Buddha Mongolia. Universitas tersebut dibangun pada 1970 dan merupakan kombinasi pendidikan modern dan metode pengajaran tradisional. Ilmu yang dipelajari di universitas ini antara lain astrologi, filosofi Buddha dan bahasa Inggris.

Di dalam lingkungan biara terdapat beberapa kuil, misalnya saja Vajradhara yang dibangun tahun 1840. Di dalamnya terdapat altar utama yang mana berdiri patung Vajradhara (Buddha utama tradisi Vajrayana, yang memberikan ajaran-ajaran Tantra). Kuil ini terbuat dari tanah dan berhiaskan sepuhan emas. Ibadah setiap hari digelar di sini.

Perpustakaan pun terdapat di area kuil. Mulanya, bangunan ini merupakan rumah dari
seorang Lama. Namun ketika Kuil Gandan dibuka kembali dialihfungsikan menjadi
perpustakaan. Tak kurang dari sejuta manuskrip di perpustakaan ini dalam bahasa
Mongol, Tibet dan Sansekerta. Ada pula berbagai instrumen yang telah ada sejak abad 16.

Kuil lainnya di area ini adalah Migjed Janraisig. Di dalamnya terdapat patung
Janraisig (dewa yang melihat semua perbuatan) setinggi 26,5 meter yang dilapisi emas. Patung yang ada sekarang ini merupakan patung baru yang selesai dibangun pada 1996. Patung yang sebelumnya berdiri dihancurkan oleh komunis pada 1938.

Ketika detikcom mengunjungi biara tersebut pada 26 Januari lalu, tampak beberapa
orang mengantre di salah satu kuil. Rupanya mereka hendak meminta didoakan. Ada daftar harga untuk masing-masing permintaan.

“Ada yang mengharapkan kesehatan, keberuntungan dan cinta,” ujar penduduk setempat,
Dulguun Batbold.

Untuk masuk ke area ini, pengunjung diminta membayar tiket masuk senilai 3.500 Tugrug alias sekitar US$ 3. Di salah satu tempat terbuka di area tersebut terdapat banyak sekali burung merpati. Beberapa orang tampak menjual pakan burung. 1.000 Tugrug untuk 1 bungkus pakan.

“Mereka biasanya adalah orang miskin yang rela bertahan berjam-jam di udara dingin untuk menjual makanan burung,” Dulguun menyinggung latar belakang si penjual pakan.

Pada 1938, komunis menekan komunitas keagamaan di Mongolia. Mereka merusak sekitar 900 kuil, biksu dibunuh, dipenjara atau dipaksa bergabung dengan militer. 5 Kuil di Gandan Monastery dirusak. Kuil yang tersisa digunakan untuk mengakomodasi pejabat Rusia atau sebagai kandang kuda.

Pada 1944 setelah ada petisi dari beberapa biksu, kuil ini dibuka kembali. Kini ada sekitar 400 biksu di dalam biara tersebut. Untuk diketahui, setelah perubahan demokratis terjadi pada 1990 di Mongolia, pemeluk agama Buddha kembali mendapatkan hak-hak penuh untuk beribadah. 140 Biara dan kuil kemudian kembali dibangun, sejumlah patung suci pun direkonstruksi.

(detikcom. Nurvita Indarini / nrl)