Buon compleanno mia sorella, tanti auguri. Molte grazie per Dio che da’ un magnifico regalo. L’Europa avanti tuei occhišŸ™‚ Non solo vieni ma anche vivi all’Europa. Congratulazione, sorellašŸ™‚

Kabar baik itu kau ucap di hari ulang tahunku pekan lalu. “Aku dapat beasiswa pertukaran pelajar ke Finlandia,” ucapnya tanpa kuasa menyembunyikan terkejut, senang dan haru.

Aku ikut senang. Hadiah yang hebat buatmu, juga berarti hadiah yang hebat juga buatku. Meski di sisi hatiku yang lain ada sedih, karena fisikmu makin jauh dariku. Di sisi lain hatiku juga ada iri yang begitu besar. Aah, begitu erat Tuhan memeluk mimpimu. Diizinkannya kau melihat sisi lain ciptaan-Nya yang begitu besar.

Sedangkan aku di sini, terjebak dalam rutinitas abadi. Rutinitas yang beberapa waktu lalu begitu kurindukan dengan sangat. Ah tidak apa, aku yakin apa yang sejak awal kupeluk erat sejak awal pasti akan terwujud juga. Ini hanya persoalan waktu. Bukannya aku ge-er, tapi ini hanya wujud kepercayaanku yang begitu besar pada Dia.

Sekarang aku tengah memperkuat tangga yang tengah kugunakan untuk meraih bintang yang telah lama menjadi targetku. Aku ingin menjadi orang beruntung, yakni orang yang bisa memanfaatkan kesempatan dengan persiapan matang yang telah kupunya.

Aku juga ingin menjejakkan kaki di Benua Biru itu, tentu saja dengan gratis sepertimušŸ™‚ Ingin melihat bagian lain dari dunia yang kuhuni, sepertimu. Dengan semua keterbatasan yang kupunya, aku justru ingin berjuang lebih tangguh dan lebih keras. Naga dalam diriku yang perlahan-perlahan mencari posisi nyaman untuk tidur tidak akan kubiarkan terlelap.

Ancora una volta, buon compleanno.