Sendiri di rumah bukan hal yang baru bagiku. Tapi nggak tahu kenapa, akhir pekan ini ngerasa sedih karena di rumah sendiri. Di luar hujan, jadi males mau keluar. Mau nonton DVD rasanya nggak mood. Aku membunuh waktu dengan membaca di kamar. Tapi rasa sepi ini tak kunjung pergi. Aku pun menangis diam-diam.

Kalau dipikir-pikir aneh banget deh, nangis sendiri gara-gara sendirian di rumah. Kayaknya sangat manja dan kolokan. Duh kayak bukan aku aja dehšŸ˜¦

Weekend ini aku dapat jatah off kerja dua hari. Mbakku udah pagi-pagi buta berangkat kerja, bahkan saat aku belum bangun. Pas bangun, aku nggak menemui siapapun. Hingga siang, sore dan petang, aku masih sendiri.

Sebenarnya aku ada janji ketemu teman. Tapi temanku membatalkan pertemuan. Sudah itu, langit ikut-ikutan menangis, jadi kesannya home alone kali ini sangat menyedihkan. Karena di luar hujan, aku cuma diam di rumah. Mau nyeterika males banget. Satu-satunya hal yang masih mau kulakukan adalah membaca. Bahkan menyalakan TV agar tidak merasa sendiri pun enggan.

Biasanya kalau libur dua hari, si mas ke rumah atau nggak kita jalan ke mana gitu. Tapi weekend ini dia lagi pergi sama temen-temen kantornya. Kalau pun nggak berweekend sama si mas, aku biasanya jalan sama temanku. Rencananya akhir pekan ini mau ke pulau, sayangnya temanku ternyata ada acara memancing. Temanku yang lain Ā lagi deadline. Teman yang lain lagi sibuk pacaran. Hiks, aku pun merana sendiri.

Mbakku pulang kerja selepas maghrib. Melihatku kusut, dia pun ngajakin jalan. Melihat banyak orang di Blok M membuatku lupa tadi sempat sesenggukan di atas kasur. Sepanjang jalan malah aku selalu tertawa karena cerita-cerita lucu mbakku. Grazie sistašŸ™‚ Dan Ahad siang ini si mas udah pulang ke Jakarta. Horeee!