Ingatkah kau hari ajaib kala itu? Hari indah yang mempertemukan kita? Hari penuh debar di dada. Hari dengan senyum penuh makna. Hari ketika Cupid menembakkan anak panah tepat ke arah kita berdua?

Sejak itu hidupku dipenuhi namamu. Hati dan pikiranku seolah tersandera dirimu. Ada yang sakit ketika memendam kangen lantaran waktu dan jarak yang tanpa ampun memisahkan kita di berbagai kesempatan. Lalu saat waktu akhirnya mempertemukan kita, seolah aku tak ingin kau pergi sejenak dari sampingku. Apakah kau sadar, waktu serasa cepat berlalu saat kita tengah bersama. Sering aku berharap, seandainya hari lebih dari 24 jam, sehingga kita akan lebih lama lagi menulis kisah.

Ingatkah kala itu? Saat kita berteduh di bawah pohon kala hujan deras datang. Aku yang nggak sabar mengajakmu memacu motor menembus hujan hingga kita basah kuyup. Lalu karena jalanan licin dan jarak pandang yang terbatas, motor tergelincir dan kita terjatuh. Lihat kaki kananku, bahkan bekas lukanya masih ada hingga kini.

Ingatkah saat kita beberapa kali belanja ke supermarket atau ke pasar? Orang-orang melihat kita seperti apa ya? Kakak-adik, teman dekat, sepasang kekasih atau pasangan suami-istri muda? Mungkin kamu tidak sadar, saat kamu membawa tas belanjaan, ada seorang nenek yang melihat ke arah kita sambil tersenyum. Mungkin dia ingat masa lalunya, saat masih memiliki waktu berbelanja bersama suaminya.

Begitu banyak ‘petualangan’ yang kita lakukan. Terlalu banyak kisah yang kita tulis dalam lembar-lembar maya. Begitu banyak kenangan yang tercipta. Begitu banyak tempat yang seolah menyaksikan betapa kita sepertinya tak ingin dipisahkan. Betapa dalam dirimu masuk ke hidupku, menyusuri lekuk yang tidak semua orang bisa mengaksesnya.

Jika aku tahu akan ada akhir dari semua, tak akan pernah mau aku lepas dari pelukmu. Lalu akan aku berikan daftar keinginanku dengan lengkap untuk membantumu memahamiku. Tapi mungkin sudah terlambat. Daftar itu tak pernah tertulis nyata. Kita salah mengerti. Kita seperti tak bisa memahami. Terkadan bertanya ke mana perginya sepasang sandal pelangi yang kompak itu?

Apakah ini sudah benar-benar berakhir? Jika iya, akan kuterima dan kusyukuri. Segalanya memang pernah indah, tapi semoga di jalan yang lain akan ada udara yang lebih segar dan pemandangan yang lebih indah untukmu dan untukku. Bagiku, jika ini memang sudah selesai maka akan benar-benar selesai.

Inspirasi: #kisahmereka