Tags

,

Sebagian temanku ada yang keranjingan nonton konser. Namun ada pula yang merasa sayang mengeluarkan uang demi melihat pertunjukan live itu, karena tidak bisa jelas menonton sang bintang. Tapi buatku, kalau memungkinkan ya kenapa tidak.

Memungkinkan itu artinya secara finansial, waktu, dan tempat. Waktu Linkin Park ke Indonesia, aku melewatkan konsernya karena kesibukan kerja dan keuangan yang terbatas. Tapi saat Simple Plan datang, dengan semangat 45 aku bela-belain kerja seperti dikejar anjing, demi tidak ketinggalan datang ke lokasi konser di Istora Senayan.

Tiket Simple Plan kudapat secara gratis. Alhamdulillah. Senangnya lagi, aku bisa memfoto grup band kesukaanku itu dari jarak dekat. Kyaaa senangnya….

Saat Secondhand Serenade ke Indonesia, aku juga menyempatkan diri untuk menonton. Tiket presale memang terlewat, tapi no problemo karena harga tiketnya masih tergolong murah. Aku pergi nonton sendiri. Kuulangi: SENDIRI. Padahal di dalam, banyak yang datang berpasangan atau rombongan. Tapi aku cuek sajalah.

Tapi waktu Christina Perri konser, aku melewatkannya meski harga tiketnya masih terjangkau kantongku. Entah kenapa saat itu aku merasa harga tiketnya mahal. Penampilan Roxette juga kulewatkan karena nggak punya uang. Pun saat Keane datang, padahal pengeeen banget nonton.

Yang belum lama ini aku ikuti adalah pertunjukan Seconhand Serenade. Yak, aku menonton performancenya dua kali dalam setahun. Bedanya kali ini aku harus berdesakan dengan ratusan atau ribuan penonton lainnya. Busyeeet! Aku sampai banjir keringat dan nyaris pingsan. Mana orang yang nonton gede-gede. Aku jadi merasa seperti semut di kandang gajah. Penontonnya banyak karena tiketnya cuma Rp 20 ribu. Maklum, SS perform di Jakcloth.

Tahun 2013 di depan mata dan sejumlah pertunjukan musik bakal digelar. Dan saya juga harus lebih bijak menyeleksi mana yang akan ditonton dan yang tidak. Soalnya di 2013 banyak hal lagi yang harus dipikirkan.