Sudah hampir dua bulan ini aku tidak berkutat dengan tulisan-tulisan yang dilaporkan dari Gedung DPR, Istana Negara, kepolisian, KPK, pengadilan, maupun Balai Kota. Sebagai gantinya dalam waktu hampir dua bulan ini aku berkecimpung dengan berbagai istilah medis, dan ‘mendalami’ sex life. Here I am, desk baruku: kesehatan.

Kepindahanku ke ‘tempat’ ini mengejutkan banyak orang, tak terkecuali diriku sendiri. Tak kusangka panggilan bos yang mendadak siang itu dan kurespons dengan begitu cepat membawaku ke ‘dunia baru’.

Di desk lamaku, aku terbiasa berangkat pagi (kadang paling pagi) dan pulang larut (kadang paling larut). Berkali-kali juga aku terpaksa menginap di kantor karena ada ‘tugas negara’ seperti saat ada ledakan bom di Depok, ambruknya jembatan, dan seabrek peristiwa lainnya.

Kadang aku pun ‘membuat masalah’ yang membuatku tidur tak nyenyak dan makan tak enak. Itulah risiko desk lamaku yang memang dekat dengan hal-hal sensitif.

Lalu sekarang apakah aku jadi lebih santai? BIG NO. Dulu nggak pernah aku bangun pagi-pagi buta hanya demi menyiapkan tulisan dan jadwal upload artikel. Tapi kini, hal itu kerap kulakukan. Aku masih juga pulang malam, karena kadang kami kekurangan artikel untuk stok pagi. Apalagi kalau ada ulasan khas esok harinya.

Jujur, buatku tempat baruku ini lebih membuatku stres. Ada tanggung jawab yang rasa-rasanya tidak semudah dulu. Dulu aku banyak bergantung pada teman-teman yang menjadi atasanku sehingga aku merasa lebih enteng. Tapi sekarang aku nggak bisa begitu lagi.

Setiap tempat ada enak dan tidaknya. Sekarang aku merindukan saat-saat di desk lama yang menjadi zona nyamanku. Tapi saat ini aku juga menyukai hal-hal baru yang kujalani. Belajar hal baru, mengetahui banyak hal yang semula asing.

Jalan ini bukan kebetulan. Aku pun berusaha menikmati semuanya. Tubuhku mungkin juga tengah beradaptasi melalui gampangnya aku terkena flu belakangan ini. Semoga jalan ini dimudahkan, penuh berkah dan ridho Allah, serta kami dikuatkan menjalaninya. Aamiin…