Tags

, ,

Jam menunjukkan pukul 08.00 waktu Zurich, Swiss. Cuaca sedikit mendung dengan tiupan angin yang berhembus lembut. Pagi di akhir Agustus ini pun terasa begitu sejuk.

detikTravel menyempatkan diri berjalan-jalan di tengah Kota Zurich pada Rabu (30/8/2012). Saat itu saya tengah menunggu pesawat untuk menuju Munich, Jerman, untuk meliput Allianz Junior Football Camp, yang baru akan berangkat beberapa jam ke depan.

Dari Bandara Zurich, saya menggunakan kereta api menuju tengah kota. Membutuhkan waktu sekitar 15 menit untuk tiba di Zurich HB Station. Saya mengeluarkan 12.80 Swiss Frank (CHF) untuk menikmati transportasi di kota Zurich pulang pergi ke bandara. Artinya tidak perlu beli tiket lagi saat akan naik kereta, bus, atau trem di kota tersebut saat akan kembali ke bandara.

Begitu keluar gedung tempat Stasiun Utama Zurich berada, udara sejuk segar menyapa. Zurich pagi sudah cukup ramai kala itu. Beberapa orang berjalan tergesa, ada yang masih sarapan di kedai-kedai kopi, dan ada pula yang sudah memacu sepedanya.

Swiss memang dikenal sebagai salah satu negara yang ramah bagi pejalan kaki. Trotoar bagi pedestrian di Zurich cukup lebar dan bersih dari pedagang kaki lima. Di sini, pejalan kaki dan pengguna sepeda ibarat raja.

Langkah saya akhirnya terhenti di sebuah taman. Ada patung Johann Heinrich Pestalozzi di tengahnya dan beberapa kursi panjang di sekitarnya. Seorang pria asyik makan roti sambil sesekali berbagi dengan burung-burung yang mengerumuni sekitar kakinya. Indah.

Pestalozzi adalah tokoh pendidikan di Swiss. Semasa hidupnya, 12 Januari 1746-17 Februari 1827, Pestalozzi mendirikan beberapa institusi pendidikan berbahasa Jerman dan Prancis di wilayah Swiss. Dia pun banyak menulis untuk menjelaskan revolusi prinsip modern pendidikan. Mottonya ‘belajar dengan kepala, tangan, dan hati’ menjadi kunci penting kesuksesan sekolah-sekolah di abad 21.

Pada Agustus-September ini, Zurich masih musim panas namun sudah siap-siap masuk musim gugur. Hujan terkadang turun dan cukup berangin. Tak heran ada beberapa orang yang mengenakan jaket saat berjalan-jalan.

Zurich Hauptbahnhof (Zurich HB) atau Stasiun Utama Zurich berlokasi di kawasan Altstadt atau kota tua di tengah Zurich. Di kawasan ini merupakan pertemuan Sungai Limmat dan Sihl.

Pintu masuk utama stasiun berbentuk lengkungan yang gagah. Nah di depan lengkungan itu berdiri monumen yang dibangun sebagai penghormatan untuk pioner kereta api, Alfred Escher.

Di sekitar stasiun banyak terdapat kios-kios. Ada yang menjual suvenir, buku, bunga segar, baju, sepatu, obat-obatan, dan makanan.

Zurich HB adalah salah satu stasiun kereta tersibuk di dunia. Sebab setiap harinya Zurich HB melayani lebih dari 2.900 kereta. Pada 2004, diperkirakan rata-rata penumpang yang diangkut adalah 340 ribu.

Kereta hilir mudik sejak pukul 05.00 hingga pukul 01.00 waktu setempat. Sedangkan pada saat akhir pekan, sejak Jumat malam hingga Minggu pagi, kereta berjalan sepanjang siang dan alam sebagai bagian dari ZVV Nachtnetz (jaringan malam).

Dari stasiun ini, Anda dapat melakukan perjalanan ke negara di luar Swiss seperti Belanda, Jerman, Italia, dan Prancis. Itu makanya Zurich HB sangat penting keberadaannya.

Sumber: detiktravel