Tags

, , , , , ,

cartoon-mothers-vector-material-33666

Ya oke judul tulisan ini artikel berita banget ya he he he. Ini bukan maksud sedang ingin nulis yang serius banget. Hanya sedang teringat pengalaman hamil yang pertama kali di 2013 lalu.

Ho ho ho sudah dua tahun yang lalu ya. Anak saya juga saat ini usianya sudah 1,5 tahun. Rasanya baru kemarin hamil dan melahirkan, tapi ternyata sudah beberapa waktu berselang.

Dulu saya dinyatakan mulai hamil di 2 September 2013. Itu menstruasi yang terakhir. Kala itu saya sedang kurus-kurusnya. Timbangan menunjuk angka 42-43 kg, dengan tinggi saya yang cuma 152 cm. *orangnya imut ba ha ha ha*

Sebelum hamil sempat ada tugas ke Tanjung Puting, Kalimantan. Bulan sebelumnya sempat ke Dieng dan ke Bromo. Sebelumnya lagi tugas ke Korea Selatan, dan sebelumnya lagi ke Thailand. Padat merayap banget sejak menikah di April 2013 hingga jelang hamil itu. Tapi ini kebaikan Allah yang mengizinkan saya melakukan banyak hal sebelum akhirnya mendedikasikan lebih banyak waktu untuk si calon buah hati.

Jadi gini ceritanya, suatu pagi saat akan mandi saya menemukan flek kecokelatan di celana. Entah kenapa ada feeling ini adalah tanda kehamilan. Tapi rasa ge-er itu saya simpan sendiri. Ya, pada beberapa orang, di awal terjadinya penempelan hasil konsepsi (embrio) ke dinding rahim dapat menimbulkan terjadinya perdarahan ataupun flek,

Saat itu masih tanpa disadari suka lompat-lompat. Meski kemudian, langsung merasa bersalah dan segera duduk sambil mengusap perut.

Hingga beberapa hari kemudian saya sampaikan ke suami terkait dugaan saya hamil. Akhirnya kami membeli test pack. Beli yang paling mahal di toko itu, dengan harapan hasilnya memuaskan ha ha ha. Padahal sih, katanya ya, mahal atau murah kalau memang hamil ya akan menunjukkan tanda hamil.

cartoon-expectant-mothers-vector-03-vector-16573

Pagi-paginya, saya pipis dan saya tampung tuh urine-nya. Lalu pelan-pelan saya masukkan si test pack. Voila! Garisnya ada dua. Saya bangunkan suami, lalu kita berucap hamdallah berkali-kali. Saya sampai menangis tidak karuan saking senangnya.

Tapi saat itu belum pe-de periksa ke dokter, karena sepertinya saya belum telat menstruasi. Maklum kadang suka mundur semingguan. Saat sudah merasa telat beberapa minggu, saya kembali mengecek dengan test pack. Ternyata hasilnya tetap positif.

Berbekal itulah, saya dan suami mantap pergi di dokter kandungan dan kebidanan. Sengaja pilih rumah sakit yang dekat kantor biar mudah. Yoi, memudahkan saya dan suami, serta memudahkan rekan kerja. Kalau pilih rumah sakitnya jauh kan harus izinlah, cutilah, lalu teman kerja jadi kelimpungan. *anaknya gak tegaan*

“Ada apa ini ya?” tanya Bu Dokter saat kami masuk ke ruang periksa.

Saya dan suami berpandangan. Ada apa gimana ya maksudnya. Hiks kalimat sambutannya kurang oke nih.

“Gini Dok. Sepertinya saya hamil. Soalnya udah telat dua minggu. Dua kali cek pakai test pack selalu positif sih,” terang saya.

“Oh hamil,” timpal Bu Dokter, seolah tak percaya.

Kami ini tampak seperti apa sih. Dua pelajar sekolah yang kedapatan hamil di luar nikah atau apa ya? Dok, muka kami memang imut, namun kami sudah cukup matang.

Dokter menanyakan juga kapan menstruasi terakhir. Untuk memastikan, saya diminta untuk menjalani USG transvaginal. Seingat saya alatnya seperti pedang gitu. Namanya juga transvaginal, pasti dimasukkan ke vagina. Apa rasanya? Nggak sakit sih, karena sudah diberi semacam pelumas. Kaget aja.

“Oh iya ini ada kantung janinnya. Detak jantung primitifnya juga sudah ada,” jelas Ob-gyn-nya.

Dia menyatakan saya hamil 12 minggu. Meski sudah diketahui sebelumnya, informasi dari dokter tetap membuat saya berbunga-bunga.

expectant-mothers-silhouette-05-vector-material-36679

Oh iya, kantung janin memang sudah terlihat melalui pemeriksaan USG di usia kehamilan 5-6 minggu. Tapi beberapa teman yang saat diperiksa diduga hamil 5 minggu diminta datang lagi untuk memastikan 3 pekan kemudian. Sebab dalam beberapa kasus, melalui pemeriksaan USG non-transvaginal yang terlihat barulah penebalan dinding rahim.

Ya, oke… Ini beberapa ciri perempuan sedang hamil:

  1. Peningkatan hormon estrogen dan progesteron memiliki efek samping morning sickness atau mual. Meski memang tidak semua ibu hamil mengalaminya.
  2. Progesteron berguna untuk mencegah kelahiran prematur dan membuat rahim serta beberapa otot lainnya lebih rileks. Tapi pencernaan juga ikut-ikutan rileks. Akibatnya ibu hamil merasa kembung dan susah buang air besar.
  3. Gampang pusing dan cepat lelah. Penyebabnya adalah tekanan darah yang meningkat. Darah dalam tubuh normalnya 5 liter, tapi pada saat kehamilan bertambah 2 liter. Membawa beban yang lebih berat tentu bikin cepat lelah. Selain itu ini juga mengakibatkan beberapa anggota tubuh bengkak.
  4. Sering kebelet pipis. Perut yang semakin membesar juga menekan kandung kemih, sehingga ibu hamil sering merasa kebelet pipis.
  5. Payudara lebih besar serta aerola lebih gelap dan besar. Ini merupakan mekanisme tubuh menyiapkan payudara untuk proses laktasi.