Tags

, ,

“Niche blog-nya apa?” Hmm apa ya, bingung kalau ditanya niche. Blog yang lahir 10 tahun lalu ini isinya gado-gado. Saat memulai menulis blog, sama sekali tak terlintas apa niche-nya.

Istilah niche juga baru-baru ini saja saya dengar, khususnya saat ikut kelas Nulis Yuk. Selama ini menulis blog bagi saya kebanyakan tentang berbagi cerita dan pengalaman. Nggak heran isi blog ini bak pasar induk.

Tapi demi menjadi blogger yang lebih serius dan insya Allah profesional, saya perlu menentukan niche blog. Pencarian, pemilihan, dan penentuan niche pun dimulai. Jeng… jeng… jeng…

Apa Itu Niche Blog?

Bagi yang nggak mendalami dunia per-blogging-an atau yang baru belajar seperti saya, mungkin bertanya-tanya niche blog itu apa. Mentor di Nulis Yuk batch-27, Mbak Ira GS, dalam salah satu sesi menjelaskan niche adalah kecenderungan utama topik tulisan yang dibahas dalam suatu blog.

Kecenderungan bisa didasarkan pada kegemaran atau hobi, juga karena tujuan tertentu. Misalnya ingin menjadikan blog-nya sebagai portofolio, siapa tahu nantinya bisa mendapatkan klien dari blog. Pun jika punya tujuan memonetisasi blog, niche bakalan penting banget untuk mendapatkan ‘pasar’.

Jika blog punya niche yang jelas, maka si empunya blog bisa menargetkan audiens. Jika niche yang dipilih adalah travel, maka orang-orang yang suka traveling akan lebih banyak datang dan membaca artikelnya. Sederhananya, pembaca blog-nya sudah tersaring.

Niche Blog Pilihan Saya

Menulis sesuatu yang disukai biasanya lebih mudah. Menulis topik yang disukai juga akan bikin tulisan kita lebih enak dibaca, karena kita menulis dengan penuh cinta dan penghayatan.

Find what you love to do and you’ll never work a day in your life, that’s true. But also always try to fill a niche. What can you try to do that is different?

Lisa Vanderpump

Seharusnya niche ditentukan saat kita akan membuat blog. Jadi saya sudah terlambat nih karena baru akan menentukan niche sekarang. Mau bikin blog baru, tapi sayang melepas akupunmenulis.wordpress.com yang sudah menemani hari-hari saya yang banyak galaunya. Tapi bukankah lebih baik terlambat daripada tidak pernah memulai? Apalagi kalau punya niat jadi blogger yang lebih serius, maka niche blog penting banget.

Jejak digital memperlihatkan blog saya ini terlalu random, jadi bingung menentukan niche-nya. Suatu kali saya menulis tentang kehamilan, seperti artikel Ini Cirinya Anda Sedang Hamil. Di saat yang lain saya menulis resep Menu Sarapan: Kentang Keju Plus Sayuran. Belum lagi yang curhat seperti Suatu Masa Saat Mempersiapkan Pernikahan.

Mbak Ira GS bilang blog campuran alias gado-gado di kalangan blogger dikenal sebagai blog lifestyle. Oh baik, niche saya lifestyle saja kalau begitu, dengan lebih banyak fokus pada kesehatan, parenting, dan curhat. Duh susahnya melepas hobi curhat di blog, hiks. Curhat dibalut informasi kayaknya menarik.

Saya berniat menjadikan blog saya ini bukan sekadar rumah, tapi juga tempat belajar. Nanti kalau sudah lihai nge-blog, mungkin akan bikin ‘rumah baru’ yang lebih jelas warnanya. Bisa jadi nggak hanya satu ‘rumah’, tapi banyak ‘rumah’ dengan aneka warna. Jadi ada blog dengan niche food, niche travel, niche parenting, niche aktivitas anak, dan lainnya. Wah, saya bakalan sibuk tuh mengisi ‘rumah-rumah’ itu agar tetap ramai dan menggemaskan. Oke, sekarang mengkhayal dulu aja punya blog banyak dengan berbagai niche, he-he.

Bagaimana denganmu, apa niche blog pilihanmu?