Tags

, , , ,

Kurma sering dianjurkan sebagai makanan untuk berbuka puasa. Selain mengikuti yang dilakukan Rasulullah, ternyata kurma menyimpan berbagai manfaat sehat.

Ya, Nabi Muhammad SAW biasa berbuka puasa dengan makan kurma. Hal itu bisa dilihat dari hadis berikut ini: Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berbuka dengan ruthab (kurma muda) sebelum shalat, jika tidak ada ruthab, maka beliau berbuka dengan kurma, jika tidak ada kurma, beliau minum dengan satu tegukan air.” (HR Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Khuzaimah).

Di hari pertama puasa Ramadan tahun ini, saya dan keluarga juga memilih berbuka puasa dengan makan kurma. Biasanya kurma kalah saing dengan gorengan dan cabe rawitnya. Tapi Ramadan kali ini kami berniat untuk hidup lebih sehat dan mencari keberkahan Ramadan, antara lain dengan melakukan contoh-contoh perbuatan Nabi Muhammad.

Baca juga: Garlic Bread Sederhana

Nah, berikut ini beberapa manfaat yang bisa kita peroleh saat berbuka puasa Ramadan dengan kurma. Semoga penjelasan ini bisa membuat saya dan keluarga konsisten berbuka puasa dengan kurma.

  1. Efektif memulihkan energi

Namanya juga puasa seharian, pasti tubuh terasa lemas dan kadang sakit kepala datang tanpa diundang. Kandungan glukosa, fruktosa, dan sukrosa dalam kurma efektif membantu memulihkan energi dalam tubuh setelah berpuasa. Kombinasi sukrosa, glukosa, dan fruktosa tersebut dapat membantu meningkatkan kadar gula darah, sekaligus menstabilkannya pada saat bersamaan. Demikian menurut para pakar di Birmingham City University.

Dikutip dari aboutislam.net, satu kilogram kurma bisa memberi 3.470 kalori pada tubuh, tak lama setelah kita memakannya. Eit, tapi nggak perlu makan kurma sampai sekilo juga. 2-3 Butir kurma mengandung 70 kalori, dan itu sudah cukup kok. Hmm, jadi trengginas lagi deh setelah makan kurma.

2. Mencegah sembelit

Saat puasa, bisa jadi kita mengalami sembelit. Penyebabnya kita sering kali lapar mata, sehingga kalap saat berbuka puasa. Alih-alih makan makanan sehat, kita justru tergoda pada makanan yang minim serat dan tinggi lemak.

Jika kita berbuka puasa dengan kurma, setidaknya buah dari gurun pasir ini membantu memasok kebutuhan serat. Perlu diketahui, dalam 3,5 ons kurma terkandung 7 gram serat. Karena kaya serat, kurma membantu memfasilitasi pencernaan kita bekerja dengan lebih baik, meskipun ada perubahan drastis dalam pola makan. Karena itulah, sembelit enggan mendekat.

3. Baik bagi jantung

Kurma juga memiliki sedikit lemak dan bebas kolesterol, sehingga baik untuk kesehatan jantung. Dari anak-anak sampai orang tua aman banget mengonsumsi kurma.

ndtv melaporkan kurma mengandung 54 persen gula dan 7 persen protein, karenanya dianjurkan bagi mereka yang kesehatan jantungnya buruk. Selain itu kurma juga diyakini mampu mengurangi risiko stroke. Luar biasa!

4. Kaya akan antioksidan

Makanan yang kaya akan antioksidan membantu melindungi sel-sel tubuh dari radikal bebas. Nah, radikal bebas itu merupakan merupakan molekul tidak stabil yang dapat menyebabkan reaksi berbahaya dalam tubuh dan menyebabkan penyakit. Dengan makan makanan yang kaya antioksidan seperti kurma, tubuh kita punya ‘tameng’ menghadapi radikal bebas. Ciaat!

Dikutip dari Healthline, ada tiga antioksidan paling kuat dalam kurma. Pertama, flavanoid yang bisa membantu mengurangi peradangan. Dalam beberapa penelitian juga terlihat potensi kurma untuk mengurangi risiko diabetes, penyakit alzheimer, dan jenis kanker tertentu.

Baca juga: Menu Sarapan: Kentang Keju Plus Sayuran

Dua, karotenoid yang terbukti meningkatkan kesehatan jantung dan dapat mengurangi risiko gangguan terkait mata, seperti degenerasi makula. Ketiga, asam fenolik yang bisa membantu menurunkan risiko kanker dan penyakit jantung.

5. Mendukung kesehatan tulang dan gula darah

Kandungan lain dalam kurma seperti fosfor, potasium, kalsium, dan magnesium ditengarai berpotensi mendukung kesehatan tulang. Osteoporosis atau pengeroposan tulang bisa banget dicegah dengan kandungan-kandungan ‘ajaib’ dalam kurma ini.

Selain itu, meski manis namun kurma bisa membantu menstabilkan kadar gula darah. Alasannya kurma memiliki glycemic index yang rendah, kaya serat dan antioksidan. Untuk itu, konsumsi kurma juga bisa memberi manfaat dalam penanganan diabetes.

Sudah nggak ragu lagi mengganti sepiring gorengan dengan beberapa biji kurma untuk sajian buka puasa Ramadan bukan?

*) Ini merupakan tulisan pertama dari BPN 30 Day Ramadhan Blog Challenge.