Tags

, , , ,

Mencari apartemen murah dan nyaman/ Foto: Pexels dari Pixabay

Ada berbagai alasan yang membuat seseorang memutuskan untuk tinggal di apartemen. Misalnya saja karena akses transportasi yang mudah dan biaya yang lebih murah ketimbang tinggal di perumahan. Umumnya apartemen terletak di pinggir jalan besar yang dekat dengan berbagai fasilitas umum. Selain itu, aneka fasilitas di lingkungan apartemen membuat biaya tinggalnya dianggap lebih murah daripada tinggal di perumahan.

Keuntungan lainnya tinggal di apartemen adalah tidak dipusingkan dengan maintenance. Jika ada masalah gedung, maka kita hanya perlu menghubungi manajer properti. Sistem keamanan yang ditawarkan pengelola apartemen juga membuat kita lebih tenang saat tinggal.

Ada dua pilihan untuk bisa tinggal di apartemen. Pertama, dengan menyewa apartemen. Opsi kedua adalah dengan beli apartemen. Semua pilihan tentu ada plus minusnya, tergantung bujet dan pertimbangan Anda. Dalam artikel ini, akan dipaparkan tips menyewa dan membeli apartemen. Yuk, disimak bersama.

Tips Mencari dan Menyewa Apartemen

Mencari apartemen murah dan nyaman/ Foto: Pexels dari Pixabay

Saat ini harga rata-rata apartemen di Jakarta mulai dari Rp 700 juta. Jika tidak memiliki bujet yang banyak, kita bisa memilih opsi menyewa apartemen. Nah, sebelum proses hunting apartemen dimulai, simak dulu tips dalam mencari dan menyewa apartemen.

  1. Tentukan bujet
Tips mencari apartemen murah dan nyaman.
Menentukan bujet menyewa apartemen/ Foto: Bruno Glätsch dari Pixabay

Kadang keinginan dan kemampuan tidak sejalan. Agar pilihan menyewa apartemen tidak merepotkan orang lain, kita harus paham benar seberapa bujet yang dimiliki. Jangan sampai biaya sewa apartemen melebihi anggaran pengeluaran untuk tempat tinggal, sehingga kita tidak memiliki dana cadangan untuk kondisi darurat. Pengeluaran sewa apartemen jangan melebihi 25-30 persen dari pendapatan bulanan kita agar tidak memberatkan.

Sebaiknya kita mencari apartemen dengan lokasi yang sesuai dengan anggaran. Umumnya apartemen di pusat kota harga sewanya lebih tinggi. Jika anggaran terbatas, kita bisa fokus mencari apartemen di luar pusat kota.

Selain itu kita juga harus paham berapa jumlah uang yang kita butuhkan di muka. Saat hendak menyewa apartemen, selain uang sewa (baik bulanan atau tahunan), biasanya ada uang jaminan, parkir, keamanan, dan biaya lainnya. Kita harus benar-benar memastikan sudah memiliki sejumlah uang untuk keperluan itu.

Kalau apartemen yag kita sewa dalam keadaan kosong alias tanpa perabotan, maka kita juga harus menyiapkan dana untuk membeli perabotan. Saran terbaik adalah tidak tergesa-gesa pindah ke apartemen, tapi rencanakan dan siapkan bujet dengan baik.

2. Pilih fasilitas

Tips mencari dan menyewa apartemen/ Foto: Pixabay

Beda apartemen, beda pula fasilitas yang ditawarkan. Kita perlu membuat daftar fasilitas prioritas untuk memudahkan kita mencari apartemen. Jika kebutuhan olahraga kita sudah didapat dari tempat lain, maka fasilitas olahraga dan kolam renang bukan hal yang dibutuhkan.

3. Pasang mata dan telinga

Tips mencari dan menyewa apartemen/ Foto: William Iven dari Pixabay

Setiap kali mencari sesuatu, kita pasti akan memasang mata dan telinga baik-baik, tak terkecuali saat akan mencari apartemen. Kita bisa alokasikan waktu untuk mencari di situs sewa apartemen. Kita juga bisa bertanya ke keluarga, teman, dan rekan kerja untuk mendapatkan saran terbaik.

Setelah mendapat apartemen incaran, mencari info sebanyak-banyaknya adalah hal yang sangat wajib. Bertanya sebanyak-banyaknya terkait kontrak sewa, parkir pengunjung, ketentuan bagi pengunjung yang datang bertamu, aturan terkait hewan peliharaan, merupakan beberapa hal yang perlu ditanyakan.

Cara lain menjaring informasi adalah menemui calon tetangga di apartemen. Kepada mereka kita bisa bertanya tentang si pemilik unit apartemen, terkait kepribadian dan respons si pemilik terhadap penyewa.

4. Kunjungi apartemen yang akan disewa di waktu yang berbeda

Tips mencari dan menyewa apartemen/ Foto: Pixabay

Setelah mendapatkan daftar apartemen yang akan disewa, kita perlu berkunjung ke lokasi di waktu yang berbeda-beda. Kita bisa coba berjunjung di hari kerja, lalu cobalah juga berkunjung saat akhir pekan. Dengan begitu kita jadi lebih tahu bagaimana kondisi lalu lintas di sekitar apartemen. Kita juga jadi tahu berapa waktu tempuh untuk pergi ke tempat kerja, atau ke tempat-tempat lainnya dari apartemen tersebut.

Mencari tahu kondisi keamanan sekitar apartemen juga penting, sehingga kita paham apakah apartemen itu dekat dengan lokasi yang sering tawuran, apakah di sekitarnya sering dilakukan balap liar, dan sebagainya.

5. Waspadai penipuan

Tips mencari dan menyewa apartemen/ Foto: mohamed Hassan dari Pixabay

Orang baik banyak, tapi orang jahat pun berkeliaran di sekeliling kita. Untuk itu kita harus waspada, terlebih saat akan menyewa apartemen. Scammer seringkali menjalankan aksi penipuan dengan cara menyalin iklan yang sah, termasuk nama di kontak, tetapi nomor kontaknya diganti. Untuk menarik perhatian calon korbannya, biasanya mereka memasang harga rendah. Demi keamanan, sebaiknya kita memanfaatkan website sewa apartemen yang memiliki kredibilitas.

Pelaku biasanya meminta kita untuk mengirim uang muka atau uang jaminan, serta mengatakan dirinya sedang berada di luar negeri untuk menghindari pertemuan langsung. Pelaku biasanya mengatakan setelah uang muka diberikan, kita bisa mengambil kunci unit apartemen di mailbox unit apartemen.

Jika pemasang iklan sewa apartemen selalu menghindar saat diajak melihat apartemen yang akan disewakan, maka patut diwaspadai juga adanya penipuan. Ingat, jangan pernah memberikan uang sebelum semuanya jelas.

Tips Membeli Apartemen

Tips membeli apartemen: Foto: WikimediaImages dari Pixabay

Jika ada bujet yang lebih banyak, membeli apartemen untuk tempat tinggal bisa jadi pilihan. Saat akan beli apartemen, hal yang harus dilakukan mirip-mirip dengan mencari apartemen untuk disewa. Hanya saja, karena kita keluar uang lebih banyak dan kemungkinan bakal tinggal lebih lama ketimbang sewa yang memiliki periode tertentu, maka pertimbangan beli apartemen pun jadi lebih detail.

Oke, sebelum membeli apartemen, simak dulu tipsnya.

  1. Pahami sertifikat apartemen
Tips membeli apartemen/ Foto: aymane jdidi dari Pixabay

Daripada pusing di kemudian hari, sebaiknya sebelum membeli apartemen kita pahami baik-baik sertifikatnya. Sertifikat apartemen sangat beragam. Ada Sertifikat Hak Kepemilikan Rumah Susun(SHKRS)/ HGB Milik, yang di negara lain biasa dikenal dengan istilah sertifikat strata title. SHKRS memiliki masa berlaku 30 tahun dan dapat diperpanjang kembali selama 20 tahun. SHKRS muncul jika apartemen dibangun di lahan milik perorangan atau milik developer.

Ada pula Sertifikat Kepemilikan Bangunan Gedung (SKGB). Nah, SKGB terbit jika apartemen dibangun di lahan milik pemerintah atau tanah wakaf.

Kita perlu tahu juga status tanah apartemen, yang mana bisa digolongkan menjadi Tanah Negara, Tanah Hak Milik, serta Tanah Pengelolaan. Jika apartemen dibangun di tanah negara maka status pengelolaan oleh pengembang adalah Hak Guna Bangunan (HGB) Murni.

Apabila apartemen dibangun di tanah hak milik, maka status pengelolaan oleh pengembang adalah HGB Hak Milik. Ini adalah status yang paling aman.

Bila apartemen didirikan di atas tanah pihak ketiga, maka status pengelolaan oleh pengembang adalah HGB Hak Pengelolaan Lahan (HPL). Perlu hati-hati jika pihak ketiga selaku pemilik tanah meminta tanahnya kembali setelah masa HGB berakhir, karena pemilik unit apartemen tidak akan mendapatkan uang penggantian.

Ada baiknya memilih pengembang yang memiliki reputasi terjamin baik. Membangun apartemen butuh prosedur kompleks, karena itu pengembang dengan reputasi yang baik akan membuat kita merasa lebih aman.

2. Teliti harga

Tips membeli apartemen/ Foto: Steve Buissinne dari Pixabay

Sebelum beli apartemen, ada baiknya teliti dulu harganya. Harga apartemen sangat bervariasi tergantung banyak hal, seperti lokasi, view unit, letak lantai, maupun fasilitas yang ditawarkan.

Ada baiknya setelah mencari iklan apartemen kita langsung cek lokasi. Berdiskusi dengan penilai independen maupun agen real estat pun bisa dilakukan untuk mengetahui apakah nilai apartemen sesuai dengan nilai yang kita bayar.

3. Lokasi strategis

Tips membeli rumah/ Foto: mohamed Hassan dari Pixabay

Lokasi penting sekali untuk dijadikan pertimbangan saat membeli apartemen. Pastikan kita memilih lokasi yang aman, lalu lintasnya tidak bikin pusing kepala, dekat dengan berbagai fasilitas publik, serta transportasi dan aksesnya mudah.

Jika apartemen di pusat kota harganya tidak terjangkau, kita bisa pilih apartemen di pinggir kota dengan jalur transportasi yang memadai. Jangan lupa, jarak apartemen ke tempat kerja bisa kita pertimbangkan juga. Karena kita bakal keluar uang yang tidak sedikit, pastikan untuk detail dan teliti ya.

4. Fasilitas aman dan nyaman

Tips membeli apartemen/ Foto: TheUjulala dari Pixabay

Sebelum memutuskan membeli apartemen, cek dulu yuk fasilitas yang disediakan. Kita bisa melihat apakah fasilitas yang ditawarkan sesuai dengan yang kita butuhkan. Selain itu perlu kita pastikan juga semua fasilitas yang ada aman dan nyaman digunakan.

Jika punya mobil, maka lahan parkir yang memadai harus banget dimiliki apartemen yang jadi pilihan. Pertanyaan pentingnya adalah apakah parkir mobil disediakan dan apakah ada pembayaran ekstra untuk itu.

Fasilitas umum di sekitar apartemen yang bisa mendukung keseharian kita juga wajib kita cari tahu. Dengan fasilitas internal yang baik dan dekat aneka fasilitas umum, jika kelak kita hendak menyewakan apartemen juga bisa jadi nilai tambah.

5. Pembayaran

Tips membeli apartemen/ Foto: Jan Vašek dari Pixabay

Setelah hunting apartemen sana-sini, akhirnya pilihan pun dijatuhkan. Saatnya mempersiapkan pembayaran, nih. Ada beberapa pilihan pembayaran misalnya cash keras, cash bertahap, dan kredit pemilikan apartemen (KPA).

Keuntungan cash keras adalah kita berkesempatan mendapatkan diskon antara 15-20 persen. Cash bertahap adalah mekanisme pembayaran yang biasanya disediakan pengembang, namun uang mukanya cukup besar yakni bisa sampai 50 persen. Bunga dari cara pembayaran cash bertahap memang rendah, bahkan ada yang nol persen, tapi tenornya tidak bisa panjang. Maksimal tenor yang diberikan adalah lima tahun.

Sedangkan KPA mirip dengan kredit pemilikan rumah, di mana uang muka tidak terlalu besar, hanya 20-30 persen. Setelah itu, kita bisa mencicil dalam masa yang lama, bisa sampai 15 tahun.

Semoga cukup membantu dalam mencari apartemen yang murah dan nyaman ya.