Tags

, , , ,

Tempat usaha di Jakarta/ Foto moritz320 dari Pixabay

Memilih tempat usaha di Jakarta, baik itu kios, ruko, rukan, atau kantor, yang strategis terkadang sangat challenging. Ibarat mencari jodoh, rasanya susah-susah gampang. Jika salah memilih lokasi, tentu kekhawatiran usaha kurang lancar bakal muncul. Posisi menentukan prestasi, dalam hal ini ada benarnya.

Nah, bagi yang sedang mencari lokasi tempat usaha di Jakarta dan kantor strategis, sederetan tips yang akan dipaparkan ini bisa membantu. Oke, yang pertama akan dibahas terlebih dahulu tips mencari lokasi tempat usaha yang strategis.

Tips Mencari Tempat Usaha di Jakarta

Tempat usaha di Jakarta/ Foto: albarout7110 dari Pixabay

Produk unik, kualitas oke, pelayanan ramah, tapi terkadang hasil usaha tidak sesuai yang diharapkan. Usaha yang dijalani malah sepi. Duh, jangan sampai ini terjadi.

Jika Anda sedang mencari tempat usaha seperti kios atau ruko yang strategis, ada beberapa hal yang perlu banget diperhatikan. Berikut ini pemaparannya.

  1. Pilih lokasi yang ramai tapi bukan di jalan padat
Ilustrasi tempat usaha/ Foto: Pixabay

Namanya membuka usaha, pasti butuh banyak orang untuk menjadi konsumennya. Untuk itu wajib bagi kita mencari lokasi tempat usaha yang ramai. Tapi ingat, ramai di sini bukan berarti harus di pinggir jalan yang padat. Kemacetan lalu lintas di dekat lokasi usaha kita membuat orang enggan mampir. Kondisi ini membuat banyak orang lewat, tapi tidak banyak yang mau datang.

Lalu lokasi yang ramai seperti apa? Ramai yang dimaksud adalah daerah dengan kepadatan penduduk yang cukup tinggi. Bukan hanya masyarakat yang tinggal di permukiman saja, kepadatan tinggi ini juga berarti banyak perkantoran, atau dekat dengan sekolah. Cobalah cari berbagai opsi lokasi di situs tentang iklan tempat usaha di Jakarta, lalu survei satu demi satu. Dari survei itu kita pun akan mendapat informasi tentang keamanan dan kebersihan calon lokasi tempat usaha.

2. Dekat dengan target pasar

Ilustrasi tempat usaha/ Foto: Hans-Joachim Müller-le Plat dari Pixabay

Kita juga perlu memahami target pasar kita. Misalnya kita membuka usaha kedai kopi premium, maka akan lebih cocok jika lokasi yang dipilih di dekat perkantoran. Contoh lainnya jika kita hendak membuka toko baju anak yang murah meriah, maka permukiman di kawasan ekonomi menengah ke bawah bisa jadi lokasi usaha. Pun jika ingin membuka usaha fotokopi dan alat tulis, maka lokasi paling pas adalah di sekitar sekolah dan perkantoran.

3. Lihat kompetitor

Ilustrasi mencari tempat usaha/ Foto: Image Pixabay

Sebelum memutuskan menyewa atau membeli tempat usaha, di Jakarta perlu dilihat juga apakah di daerah tersebut banyak kompetitor atau tidak. Jika banyak kompetitor, peluang merajai bisnis di kawasan tersebut mungkin kecil. Tapi jangan pesimistis dulu ya. Bila kita yakin lokasi tempat usaha itu memang strategis dan kita berani bersaing, maka kita harus bisa menonjolkan nilai lebih ketimbang kompetitor yang ada.

4. Akses yang mudah

Ilustrasi tempat usaha/ Foto: Pixabay

Pernah mendengar cerita penjual pecel di gang kecil yang dagangannya selalu laris? Meski aksesnya sulit, tapi pecel yang dibawa selalu ludes diserbu pelanggan. Berarti sebenarnya akses menuju tempat usaha tidak terlalu penting?

Bagi saya akses mudah itu penting banget, apalagi bila usaha kita belum banyak dikenal orang. Kisah penjual pecel itu mungkin hanya segelintir saja yang menunjukkan akses tidak berbanding lurus dengan kesuksesan usahanya. Yang jelas kita bukanlah penjual pecel itu. Kelak jika produk kita sudah sangat dikenal, mungkin bisa mengikuti jejak si penjual pecel.

Akses yang mudah menuju tempat usaha kita akan membuat konsumen tidak malas untuk datang. Apalagi jika didukung tempat parkir yang memadai. Bayangkan jika kita berjualan banyak barang, memiliki banyak konsumen, tapi pelanggan yang datang harus parkir di pinggir jalan. Duh, bisa-bisa pelanggan satu demi satu kabur karena kurang nyaman.

5. Perhatikan perizinannya

Ilustrasi dokumen tempat usaha/ Foto: Pixabay

Satu hal yang tidak boleh luput dari perhatian kita saat hendak menyewa atau membeli tempat usaha di Jakarta adalah perizinannya. Jangan lupa untuk memastikan semua perizinan beres.

Pertama, pastikan dulu ruko atau kios yang dijadikan tempat usaha berada di zonasi yang seharusnya. Untuk memastikan kesesuaian zonasi, kita bisa datang ke kantor kelurahan atau kecamatan. Perlu kita pahami juga, meski ruko yang menjadi target kita berada di tempat yang memang banyak rukonya, belum tentu berada di zonasi yang sesuai lho. Pengecekan adalah langkah terbaik agar usaha kita aman.

Perda Provinsi DKI No.1 Tahun 2014 tentang Rencana Detail Tata Ruang dan Peraturan Zonasi menetapkan untuk kegiatan usaha harus berada di tempat yang berada di zonasi perkantoran, perdagangan, dan jasa (sub zona K1-K3) atau setidaknya zona campuran (sub zona C1). Jadi jangan lihat bentuk bangunannya saja, tapi izin tempat usahanya harus banget diperiksa.

Selanjutnya, cek dokumen Izin Mendirikan Bangunan (IMB) tempat usaha yang akan kita sewa atau beli. Pastikan IMB-nya adalah ruko untuk tempat usaha dan bukan untuk tempat tinggal. Cek juga apakah tempat usaha yang menjadi target sudah memenuhi kewajiban membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tahun terakhir. Kalau pembayaran PBB ada tunggakan, dampaknya permohonan perizinan perusahaan seperti SIUP dan TDP yang kita urus bisa terkendala.

Surat Pernyataan Pengelolaan Lingkungan (SPPL), UKL-UPL (Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup-Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup), atau Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) sebaiknya sudah ada, sehingga kelak kita tidak perlu repot mengurusnya. Ada atau tidaknya hal ini, sebaiknya tercantum dalam surat perjanjian sewa atau jual-beli, sehingga di kemudian hari kita tidak merasa dirugikan atau menuntut sesuatu yang tidak ada di perjanjian.

Satu hal penting lainnya, pastikan semua dokumen asli dan bukan dokumen bodong. Seram banget ya jika yang kita kantongi adalah dokumen bodong, karena ketika muncul masalah, si pengembang nakal tidak ketahuan di mana rimbanya.

Selain lima hal di atas, seperti biasa kita harus cek dengan teliti fasilitas, bangunan, dan kondisi di sekitarnya. Misalnya jangan sampai saat hujan terjadi kebocoran, tampias terlalu dalam, banjir saat hujan, selokan mampet, dan sebagainya.

Tips Sewa Kantor

Mencari sewa kantor/ Foto: Quinn Kampschroer from Pixabay

Nah, selanjutnya untuk usaha yang memerlukan ruangan kantor, maka sudah pasti harus mencari kantor yang bisa meningkatkan performa perusahaan. Yuk, langsung saja simak tips sewa kantor.

  1. Pertimbangkan lokasi
Ilustrasi mencari sewa kantor/ Foto: Pixabay

Saat akan sewa kantor, mencari lokasi yang tepat tentu penting banget. Apa yang biasanya jadi pertimbangan lokasinya? Sebenarnya jawabannya tergantung kebutuhan. Akan jadi keuntungan jika lokasi kantor berdekatan dengan tempat tinggal sebagian besar anggota tim. Jika timnya masih sangat kecil, kita bisa pilih lokasi kantor yang dekat dengan area orang-orang potensial.

Boleh juga memilih lokasi kantor di pusat kegiatan bisnis. Keuntungan memiliki kantor di daerah ini adalah kita jadi lebih mudah dalam mencari rekan berbisnis, ataupun saat memasarkan dan mengenalkan produk.

Lalu bagaimana jika perusahaan kita adalah startup? Ada yang menyarankan memilih lokasi di kawasan premium yang ditunjang kemudahan akses. Hal ini untuk meningkatkan gengsi perusahaan startup.

Bila perusahaan kita memiliki mobilitas tinggi ke area tertentu seperti pelabuhan atau bandara, ada baiknya memilih lokasi yang dekat dengan tempat tersebut. Jika tidak ada, setidaknya lokasi kantor yang akan disewa memiliki akses yang cukup mudah dan cepat menuju lokasi-lokasi tersebut.

2. Akses mudah dan fasilitas memadai

Ilustrasi mencari sewa kantor/ Foto: Pixabay

Akses yang mudah menuju kantor akan membuat rekan bisnis dan anggota tim lebih mudah datang ke kantor. Selain meningkatkan peluang bisnis dan kerja sama, level kebahagiaan anggota tim juga meningkat. Bayangkan jika kantor kita berada di daerah macet, plus area parkir yang sangat minim, bisa-bisa rekan bisnis malas datang dan anggota tim ogah-ogahan datang ke kantor.

Kita bisa melihat sebanyak mungkin iklan sewa kantor di website khusus penyewaan. Kumpulkan sebanyak mungkin iklan dengan materi yang paling memenuhi kriteria kita, cek kelengkapan fasilitasnya, lalu datang langsung untuk survei.

Fasilitas yang ditawarkan biasanya sebanding dengan harga sewa kantor yang ditawarkan. Tidak perlu semua fasilitas harus ada, tapi setidaknya yang memenuhi kebutuhan anggota tim dan menunjang usaha kita. Fasilitas dasar yang penting bagi kantor antara lain lahan parkir memadai, air dan listrik tercukupi, serta jaminan kemanan. Fasilitas di sekitar area kantor seperti ATM, klinik atau rumah sakit, kafe, dan tempat makan, bisa menjadi pertimbangan lain.

3. Tentukan Bujet

Ilustrasi bujet dalam mencari sewa kantor/ Foto: fancycrave1 dari Pixabay

Menyewa kantor mensyaratkan pengeluaran uang, sehingga penentuan bujet adalah hal yang sangat penting agar tidak ‘bocor’. Membandingkan harga kantor yang disewakan sangat penting untuk menyesuaikan dengan bujet yang dimiliki. Jangan sampai biaya sewa kantor mencekik leher sehingga menghambat pertumbuhan usaha.

Saat sewa kantor, bukan hanya biaya sewa saja yang kita pikirkan. Ada berbagai biaya tambahan yang harus diperhatikan terkait dengan furnitur, desain interior, dan properti lainnya. Biaya tambahan ini bisa meroket jika sejak awal kita tidak memperhitungkannya.

4. Pilih gedung yang sesuai

Ilustrasi mencari sewa kantor/ Foto: Pixabay

Kantor bukan saja tempat kita bekerja, tapi juga bertumbuh bersama. Jangan sampai kita menyewa kantor yang ukurannya pas-pasan sehingga membuat anggota tim tidak leluasa dalam bekerja, namun tidak perlu juga menyewa kantor yang sangat besar ketika tim masih kecil.

Ada baiknya kita masih memiliki tempat ekstra sebagai persiapan perusahaan kita yang akan tumbuh. Jangan lupa untuk menyediakan ruangan rapat sebagai pendukung.

Sewa kantor pasti butuh dana yang tidak sedikit, karena itu pertimbangan matang dan detail wajib dilakukan. Kantor pun terkadang menjadi ‘rumah kedua’ bagi kita dan tim, karena itu memang harus dipikirkan bagaimana caranya membuat kantor kita terasa homey.

5. Dokumen sewa yang jelas

Ilustrasi dokumen sewa kantor/ Foto: Pixabay

Pastikan semua dokumen sewa kantor jelas. Di dalam kontrak sewa umumnya harus ada harga sewa, identitas jelas si penyewa dan pemberi sewa, harga service charge, masa sewa, dan cara pembayaran. Sebaiknya pastikan juga pengaturan tentang lease expiry date.

Pastikan juga kontrak sewa sangat detail dan jelas. Ketimbang menimbulkan konflik di kemudian hari, sebaiknya langsung diatur siapa yang akan membayar tagihan listrik, siapa yang bertanggung jawab untuk perbaikan kerusakan di dalam kantor, adakah batas jam operasional, serta terkait sejauh mana pengubahan bagian dalam kantor diperbolehkan. Kontrak sewa hendaknya ditandatangi kedua belah pihak di atas materai, serta dihadiri beberapa saksi. Satu lagi, pastikan pihak manajemen gedung responsif dan cepat tanggap pada penyewa.